Prinsip Belajar dan Pembelajaran

    1. Prinsip kesiapan
    Proses belajar sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu sebagai subjek yang melakukan kegiatan belajar. Kesiapan belajar adalah kondisi fisik-psikis (jasmani-mental) individu yang memungkinkan subjek dapat melakukan belajar. Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, intelegensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi, dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.

    2. Prinsip motivasi
    Motivasi dapat diartikan sebagai tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Ada tidaknya motivasi dalam diri peserta didik dapat di amati dari observasi tinngkah lakunya. Apabila perserta didik mempunyai motivasi, ia akan: (1) bersungguh-sungguh, menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar; (2) berusaha keras dalam memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut; dan (3) terus bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
    Berdasarkan sumbernya, motivasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu (1) motivasi intrinsik, yakni motivasi yang datang dari diri peserta didik; dan (2) motivasi ekstinsik, yakni motivasi yang datang dari luar diri peserta didik.

    3. Prinsip perhatian
    Dalam proses pembelajaran, perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhya. Kalau peserta didik mempunyai perhatian yang besar mengenai apa yang disajikan dan dipelajari, peserta didik dapat menerima dan memilih stimuli yang relevan untuk proses yang lebih lanjut diantara sekian banyak stimuli yang datang dari luar. Perhatian dapat membuat peserta didik untuk: mengarahkan diri pada tugas yang akan diberikan; melihat masalah-masalah yang akan diberikan; memilih dan memberikan fokus pada masalah yang harus diselesaikan; dan mengabaikan hal-hal lain yang tidak relevan.

    4. Prinsip persepsi
    Persepsi adalah suatu proses yang bersifat kompleks yang menyebabkan orang dapat menerima atau meringkas informasi yang diperoleh dari lingkungannya. Semua proses belajar selalu dimulai dengan persepsi, yaitu setelah peserta didik menerima stimulus atau suatu pola stimuli dari lingkungan. Persepsi dianggap sebagai kegiatan awal struktur kognitif seseorang. Persepsi bersifat relatif, seleksi,dan teratur. Karena itu, sejak dini kepada peserta didik perlu ditanamkan rasa memiliki persepsi yang baik dan akurat mengenai apa yang dipelajari.

    5. Prinsip retensi
    Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatau. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan.

    6. Prinsip transfer
    Transfer merupakan suatu proses dimana sesuatu yang dipelajari dapat mempengaruhi prosses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang akan dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan yang akan dihadapi kelak. Transfer belajar atau latihan berarti aplikasi atau pemindahan pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, sikap, atau respon-respon lain dari suatu situasi ke dalam situasi yang lain.1

1Muhaimin, Paradigma Pendidikan islam (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002),137-145.





Sumber Artikel : 
http://novapuspitaningrat-npn.blogspot.com/2011/03/prinsip-prinsip-belajar-dan.html

0 komentar:

Post a Comment